Posted by : Unknown
Sabtu, 10 Januari 2015
1. Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad SAW lahir di kota Mekkah pada hari Senin, tanggal
12 Rabi’ul Awal Tahun Gajah (dinamakan tahun Gajah karena pada saat itu pasukan
bergajah yang dipimpin oleh Gubernur Yaman Abrahah ingin menghancurkan Ka’bah .
Kemudian pasukan itu binasa seperti daun yang dimakan ulat. Q.S Al-Fiil),
bertepatan dengan 570 M. Sebagian besar penduduk Mekkah menyemba berhala). Ayah
beliau bernama Abdullah bin Abdul Muthalib, dan ibu beliau bernama Aminah binti
Wahab. Abdullah bin Abdul Muthalib wafat ketika Rasulullah masih berada dalam
kandungan. (Sebelum kelahiran Nabi Muhammad, masyarakat hidup pada zaman
Jahiliyah yaitu zaman kebodohan. Sebagian besar penduduk Mekkah menyembah
berhala)
Orang pertama yang menyusui beliau setelah ibunya adalah
Tsuaibah .Kemudian beliau disusukan kepada Halimah binti Dzu’aib As-Sa’diyah
hingga berumur 2 tahun, dan beliau diasuh Halimah selama 4 tahun.
Pada usia 6 tahun, nabi Muhammad SAW, dibawa oleh ibunya
berziarah ke makam ayahnya di Yatsrib. Namun ketika sampai di Abwa’, ibunya
meninggal dan dimakamkan di Abwa’. Dalam perjalanan tersebut ikut juga pengasuh
beliau yang bernama Ummu Aiman. Kemudian Rasulullah diasuh kakeknya,
selama dua tahun.
Saat beliau berumur 8 tahun, kakeknya meninggal dunia dan beliau
di asuh oleh pamannya Abu Thalib. Pada usia 12 tahun, Rasulullah di bawa
berniaga oleh Abu Thalib bersama kafilah dagang ke negeri Syam. Ketika
tiba di Bashrah, beliau bertemu dengan pendeta Nasrani yang bernama Bahira
(Bukhira) yang mengatakan kepada Abu Thalib bahwa kemanakannya memiliki
tanda-tanda kenabian dan menyarankan agar Rasulullah dibawa kembali pulang agar
tidak dicelakai orang Romawi dan Yahudi.
Pada tahun ke-14 dari kelahirannya, Rasulullah ikut dalam perang
Fijar yang terjadi pada suatu tempat di antara Nakhlah dan Thaif, antara
kabilah Quraisy dan sekutunya Bani Kinanah melawan Kabilah Qais ‘Ailan. Dalam
hal ini Rasulullah ikut membantu paman-pamannya menyediakan anak panah.
Pada Usia 25 tahun Rasulullah dipercaya
membawa barang perniagaan milik Khadijah binti Khuwailid untuk diperdagangkan
ke negeri Syam. Kemudian Rasulullah menikah dengan Khadijah. Putra
–putri beliau dari perkawinan dengan Khadijah adalah : Al-Qasim, Zainab,
Ruqayyah, Ummu Kultsum, Fathimah, dan Abdullah. Semua putra beliau meninggal
ketika masih kanak-kanak, sedangkan putri beliau semua hidup pada masa Islam,
namum meninggal semasa beliau masih hidup, kecuali Fathimah yang meninggal
dunia enam bulan setelah beliau wafat.
Ketika Rasulullah berusia 35 tahun, kabilah
Quraisy membangun kembali Ka’bah yang rusak akibat banjir. Tatkala pengerjaan
sampai kepada peletakan Hajar Aswad, terjadi perselisihan tentang siapa yang
paling berhak meletakkan kembali Hajar Aswad ke tempat semula.Untunglah ada
seorang yang bijaksana yaitu Ummayah bin Mughirah dari bani Makzum. Atas usul
Ummayah, mereka sepakat siapa yang paling pertama masuk melalui pintu Shafa, ialah
yang menjadi pemutus perkara tersebut. Atas Kehendak Allah SWT,
Rasulullah yang pertama memasuki pintu tersebut, dengan gembira mereka menyeru
Al Amin (orang yang dapat dipercaya). Rasulullah membentangkan sehelai kain dan
meletakkan Hajar Aswad ditengahnya, lalu meminta agar semua kepala kabilah
memegang ujung selendang t dan mengangkatnya sampai ke tempat.
2. Saat menjadi Nabi
Ketika usia Rasulullah mendekati 40 tahun beliau sering beruzlah
(mengasingkan diri untuk memohon petunjuk kepada Allah SWT) di Gua Hira yang
terletak di Jabal Nur. Tatkala usia beliau genap 40 tahun diangkat menjadi
rasul dengan turunnya wahyu pertama surat Al-Alaq ayat 1-5 yang disampaikan
oleh malaikat Jibril. Rasulullah gemetar dan pulang menemui
istrinya Khadijah dan berkata “Selimuti aku, selimuti aku”. Kemudian
Khadijah membawa Rasulullah kepada pamannya yang bernama Waraqah bin Naufal dan
Waraqah menyatakan yang datang kepada Rasulullah adalah malaikat Jibril.
a. Dakwah secara sembunyi-sembunyi (da’wah
sirriyyah)
Dakwah secara sembunyi-sembunyi berlangsung selama 3 tahun. Pada
dakwah permulaan itu empat orang yang dekat dengan Rasulullah menyatakan
keislamanya, mereka disebut sebagai as-saabiquun al- awwalluun (orang yang
pertama masuk Islam). Mereka terdiri dari : Khadijah (istri beliau), Abu Bakar
Shiddiq (sahabat beliau), Ali bin Abi Thalib (keponakan beliau), dan Zaid bin
Haritsah ( mantan budak beliau).
b. Dakwah secara terang-terangan (da’wah
jahriyyah)
Dakwah secara terbuka dilakukan Rasulullah setelah mendapat
perintah Allah SWT (Q.S Al Hijr ayat 94). Dakwah pertama secara terang-terangan
dilakukan di bukit Shafa dekat Ka’bah dan mendapat cemoohan dari sebagian besar
kaum Quraisy terutama pamannya sendiri Abu Lahab (Q.S Al-Lahab).
c. Reaksi kaum Quraisy atas dakwah Rasulullah
Beragam penindasan dilakukan kepada kaum
muslimin ,antara lain :
- Ustman bin Affan digulung oleh pamannya
dalam tikar kurma dan diasapi dari bawah.
- Bilal, budak milik Umayyah bin Khalaf
al-Jumahiy, lehernya dililit tali dan diseret, ditindih dengan batu besar dan
diletakkan di terik matahari lalu dibebaskan oleh Abu Bakar.
Pada Tahun kelima kenabian, Rasulullah memerintahkan kaum
muslimin hijrah ke Habasyah (Ethiopia) untuk menghindari penyiksaan kaum
musyrikin. Raja Habasyah pada waktu itu adalah Ashhimah an-Najasyiy.
Kekejaman kafir Quraisy semakin menjadi-jadi. Pada tahun ke
tujuh kenabian, kaum muslimin dan seluruh Bani Hasyim serta bani Muthalib di
asingkan di lembah Syi’ib. Kaum kafir Quraisy memboikot segala hubungan antara
umat Islam dengan pihak lain, sehingga kaum muslimin menderita kelaparan. Pada
tahun itu juga Rasulullah memerintahkan untuk hijrah ke Habasyah yang kedua
kalinya.
d. Masuk Islamnya Hamzah dan Umar bin
Khattab
Hamzah bin Abdul Muthalib masuk Islam pada
prnghujung tahun keenam kenabian, pada bulan Zulhijjah. Sebab keislamannya,
dikarenakan penyiksaan Abu Jahal kepada Rasulullah di bukit Shafa dan
disampaikan kepada Hamzah oleh budak perempuan Abdullah bin Jad’an. Keislaman
Hamzah pada mulanya sebagai pelampiasan harga diri seseorang yang tidak sudi
keluarganya di hina, namun Allah membuatnya cinta terhadap Islam dan menjadikan
kebanggaan kaum muslimin.
Tiga hari setelah Hamzah masuk Islam, Umar
bin Khatab pun menyatakan keislamannya.
Tahun kesepuluh kenabian istri Rasulullah Khadijah dan pamanya
yang selalu melindungi Rasulullah dari kaum musyrikin yaitu Abu Thalib wafat.
Tahun ini disebut tahun Amul Huzni (tahun kesedihan).
3. Dakwah di Luar Kota Mekkah
Pada tahun Ke-10 kenabian Rasulullah hijrah ke Thaif
didampingi anak angkat beliau Zaid bin Haritsah.namun dakwah beliau tidak
mendapat sambutan yang baik, bahkan beliau di usir dan dilempari oleh penduduk
Thaif. Rasulullah tinggal 10 hari di Thaif dan kembali ke Mekkah.
4. Peristiwa Isra’ dan Mi’raj
Tahun ke-11 kenabian terjadi peristiwa Isra’ Mikraj
(Q.S Al-Israa ayat 1). Isra’ artinya perjalanan Rasulullah pada malam hari,
dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis, Palestina. Mikraj
artinya di naikkan ke langit tertinggi yaitu dari Baitul Maqdis sampai ke
Sidratul Muntaha. Perjalanan beliau ditemani oleh malaikat Jibril dengan
mengendarai Buraq. Pada peristiwa ini Rasulullah menerima perintah shalat yang
pada mulanya 50 rakaat sampai akhirnya 5 rakaat sehari semalam
Dari perjalanan Isra’ Mikraj ini Rasulullah
mengalami kejadian yang bervariasi :
- beliau ditawari susu dan arak, lalu
beliau memilih susu.
- Beliau melihat 4 buah sungai di surga, dua sungai nampak dan
dua lagi tersembunyi. Yang tampak adalah sungai Nil dan sungai Eufrat.
- Beliau melihat malaikat Malik penjaga neraka yang tidak
pernah tertawa.
- Beliau melihat para pemakan harta anak yatim secara
zhalim yang bibir mereka seperti bibir
unta,
mulut mereka dilempari sepotong api dari neraka
- Beliau melihat pemakan riba yang perutnya buncit.
- Beliau melihat penzina diantara mereka terlihat daging gemuk
di tangannya dan disampingnya daging bernanah dan busuk dan mereka memilih
mamakan daging busuk dan bernanah.
- Beliau melihat rombongan niaga penduduk Mekkah sepulangnya dan
ketika pergi. Beliau menunjukkan kepada mereka perihal unta mereka yang
melarikan diri dan meminum air milik mereka. Air minum itu berada di bawah
wadah yang tertutup saat mereka tertidur. Hal ini yang menjadi bukti kebenaran
pengakuan beliau pada pagi hari dari malam Isra’. Sahabat beliau Abu
Bakar membenarkan peristiwa Isra’ Mikraj manakala orang-orang mendustakannya.
Pada moment ini Abu Bakar dijuluki Ash-Shiddiq (orang yang selalu
membenarkan nabi).
5. Hijrah ke Yatsrib
Rasulullah menyambut baik permintaan kaum Yatsrib untuk hijrah.
Beliau memerintahkan agar semua kaum muslimin hijrah ke Yatsrib. Mereka hijrah
secara sembunyi-sembunyi. Setelah hampir seluruh kaum muslimin berangkat maka
Rasulullah pun Hijrah ditemani Abu Bakar Shiddiq.
Blokade terhadap Kediaman Rasulullah SAW.
Para kafir Quraisy yang telah ditunjuk berdasarkan kesepakatan
parlemen Mekkah “Daarun Nadwah”, berencana ingin membunuh Rasulullah SAW.
Mereka menunggu Rasulullah keluar tengah malam untuk melakukan shalat di
Masjidil Haram. Namun blokade ini gagal. Pada malam itu Rasulullah
memerintahkan kepada Ali bin Abi Thalib untuk tidur di tempat tidurnya dan
berselimut dengan burdah hijau milik Rasulullah
Sementara itu Rasulullah berhasil keluar dan menembus blokade
Kafir Quraisy. Beliau memungut segenggam tanah lalu menaburkannya di atas
kepala mereka. Ketika itu Allah telah mencabut pandangan mereka sehingga tidak
melihat Rasulullah SAW lewat. Sedangkan beliu menbaca firman Allah (Surat
Yaasiin.9).
Dalam perjalanan Rasulullah dan Abu Bakar bersembunyi di Gua
Tsur selam tiga malam.
Dalam perjalanan Rasulullah sempat mendirikan sebuah masjid di
Quba yang dinamakan masjid Quba. Inilah masjid yang pertama didirikan sejak
kenabian.
Saat memasuki Yatsrib beliau dan rombongan muhajirin
disambut gembira oleh penduduk Yatsrib. Sejak saat itu kota Yatsrib
diubah nama menjadi Al-Madinatul Munawarah yang dikenal sampai sekarang dengan
sebutan Madinah.
6. Fathu Makkah
Suatu saat kaum Kuraisy melanggar Perjanjian Hudaibiyah dengan
membantu sekutu mereka menyerang sekutu kaum muslim. Mengetahui hal itu, Nabi
segera menyiapkan sepuluh ribu pasukan muslim untuk berangkat ke Mekah. Pasukan
muslim memasuki kota Mekah tanpa perlawanan dari kaum Kuraisy. Peristiwa itu
disebut Fath Makkah (pembebasan Mekah). Di Mekah, Nabi menghancurkan
berhala-berhala di sekeliling Ka'bah. Setelah itu Nabi menyuruh Bilal
menyerukan azan dari atas Ka'bah. Kemudian mereka mendirikan salat berjemaah
dengan dipimpin oleh Rasulullah Saw.
7. Haji wada’
Pada tahun ke-10 Hijrah, Nabi menunaikan ibadah haji. Beliau
berangkat ke Mekah pada 28 Zulkaidah, setelah menunjuk Abu Dujanah sebagai
wakilnya di Madinah. Pada 4 Zulhijah, Nabi tiba di Mekah, dan langsung masuk ke
Masjidilharam melalui pintu Bani Syaibah, serta melakukan tawaf dan sai. Pada 8
Zulhijah, Nabi berangkat ke Mina dan tinggal di sana hingga terbit fajar. Pada
pagi hari 9 Zulhijah, Nabi berangkat ke Arafah dengan diikuti oleh sekitar
100.000 jemaah. Pada ibadah haji wada' (wadak) ini turun firman Allah Swt.
(Q.5:3) yang menandakan bahwa Allah Swt. telah menyempurnakan agama Islam
kepada umat-Nya dan telah mencukupkan nikmat- Nya. Perjalanan haji ini kemudian
disebut Haji wadak (haji perpisahan), karena beberapa bulan setelah ibadah haji
itu Nabi wafat.
8. Wafat
Dua bulan setelah menunaikan ibadah Haji Wadak, Nabi menderita
demam. Badannya mulai lemah. Meskipun demikian ia tetap memimpin salat
berjemaah. Namun setelah merasa sangat lemah, ia menunjuk Abu Bakar menjadi
penggantinya sebagai imam salat. Setelah beberapa hari sakit, Nabi dipanggil ke
haribaan Allah Swt. pada tanggal 12 Rabiulawal 11 H atau 8 Juni 632 M. Nabi
wafat dalam usia 63 tahun. Abu Bakar as-Siddiq kemudian ditunjuk oleh kaum
Muhajirin dan Ansar sebagai Khalifah ar-Rasul (pengganti Rasul).
